Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
SABAR SA'DELO KANGGO SA'LAWASE

Optimisme Feat Motivasi

Korban Sabar dalam ketaatan, Motivasi antara unsur keluarga, Optimis setelah susah ada senang.

Manusia hidup di dunia ini, terlebih sebagai seorang mukmin tentu menyadari bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang menyengsarakan. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW yang artinya “Dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin”. Layaknya seorang yang berada di penjara tentu tidak bisaberaktifitas dengan leluasa apalagi semaunya sendiri. Semua telah diberi aturan dan batasan-batasan tertentu guna menjalani kehidupannya. Salah satunya adalah Allah SWT memerintahkan kita agar senantiasa bersabar menjalankan ketakwaan kepada-Nya. Walaupun terkadang justru orang-orang yang sabar akan terasa semakin sengsara dan menjadi korban kebidaban peradaban zaman.

Jika seseorang yang belum memiliki prinsip dan motivasi yang tepat maka dirinya hanya akan termakan oleh godaan iblis yang menggiurkan supaya kita berhenti sabar dalam ketaatan. Melaksanakan keta’atan, memilih dan menetapi kebenaran adalah perkara yang tidak ringan karena pada umumnya dibenci oleh hawa nafsu. Oleh karena itu, bersabar dan meninggalkan berkeluh kesah dalam menjalankan ketaatan adalah perkara yang mutlak 
dibutuhkan. Sabar dalam menjalankan ketaatan terbagi menjadi tiga bagian, pertama, kesabaran sebelum melakukan ketaatan, kedua, kesabaran ketika sedang melaksanakan ketaatan, dan ketiga kesabaran setelah selesai melaksanakan ketaatan. Sebelum melakukan ketaatan penting untuk memurnikan niat, karena Allah hanya menerima ketaatan yang dibarengi niat yang benar saja. Disinilah pentingnya kesabaran untuk senantiasa berusaha membuang segala lintasan pemikiran yang buruk dan godaan-godaan duniawi ketika hendak melaksanakan ketaatan.

Ketika sedang melaksanakan ketaatan juga mutlak diperlukan kesabaran untuk berusaha melaksanakan ketaatan tanpa terdapat secuil ghaflah (kelalaian)pun di dalam ketaatan tersebut. Kadang seseorang berhasil bersabar pada tahap pertama, memurnikan niat dalam ketaatan, namun ketika melakukan ketaatan dia gagal menyandarkan ibadahnya itu kepada Allah, ketaatannya didominasi oleh lintasan-lintasan pikiran buruk; lepas dari kesadaran akan hubungan dia dengan Allah.


Saat hal ini luntur, salah satu hal yang dapat menguatkan kita adalah keluarga kita sendiri. Motivasi keluarga sangat berperan dalam mengembalikan semangatserta kekuatan yang datang dari Allah SWT. Walaupun hakikatnya segala kekuatan dan daya hanya milik Allahs emata, namun kita tahu bahwa semua itu membutuhkan washilah atau perantara, salah satunya yaitu keluarga. Selain itu kita harus meyakini sepenuhnya firman Allah dalam surat Al-Insyiroh ayat 5 dan 6, yang berbunyi :

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًّا

Artinya : "5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan 6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al-Insyiroh, 5-6)"

Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari 
kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya.
PON-PES AL - ISTIQOMAH
PON-PES AL - ISTIQOMAH Website resmi dari Yayasan Pendidikan Al-Istiqomah Karya Guna (YAPIKA), Tanjungsari, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, 54382.

Post a Comment for "Optimisme Feat Motivasi "

Pojok YAPIKA